Rabu, 13 April 2011

keluhan,ketidaknyaman dan kebutuhan ibu hamil trimester 2 dan 3

Ibu Hamil Trimester II : Keluhan dan Cara Mengatasi

Ibu Hamil Trimester II : Keluhan dan Cara Mengatasi:
  1. Kram otot

    Penyebab :
    • Karena tekanan syaraf pada ekstrimitas bawah oleh uterus yang besar
    • Faktor yang memperberat pencapaian sirkulasi perifer kurang
    • Penyerapan kalsium oleh janin meningkat sesuai dengan kebutuhan pertumbuhan tulang dan gigi

  2. Anemia

    Penyebab :
    kekurangan nutrisi, zat besi, folic acid, hemoglobinopati.

    Penanganan :
    • Kolaborasi untuk mendapatkan SF dan vit C
    • Konsul tentang pemberian diet
    • Beri nutrisi yang adekuat
    • Istirahat yang cukup

  3. Perubahan Libido

    Penyebab :
    pengaruh antara psikologis, hormonal dan perubahan emosi

    Penanganan :
    • Anjurkan klien dan pasangannya
    • Komunikasi yang baik dengan pasangannya
    • Kasih sayang, kontak fisik yang dilakukan dialihkan ke kontak psikis.

  4. Pruritus

    Penyebab :
    belum diketahui secara pasti

    Penanganan :
    • Pastikan kuku wanita hamil, pendek dan bersih untuk meningkatkan kesehatan dan mencegah terjadinya masalah baru
    • Oleskan air hangat atau lotion

  5. Hiperpigmentasi, jerawat

    Fisiologi rangsangan dari hormon mellanosit (dari pituitarianterior) biasanya akan hilang pada masa nifas.

    Penanganan :
    • Kuku hendaknya pendek dan bersih
    • Ciptakan suasana yang nyaman.

Ibu Hamil Trimester III : Keluhan dan Cara Mengatasi

Keluhan Ibu Hamil Trimester III dan Cara Mengatasinya :
  1. Haemoroid

    Penyebab :
    • Pelebaran vena dari anus
    • Hemoroid dapat bertambah besar dalam kehamilan karena adanya kongesti darrah dalam rongga panggul
    • Relaksasi dari otot halus pada bowel, memperbesar konstipasi dan tertahannya gumpalan.

    Penanganan :
    • Hindari konstipasi
    • Beri rendam duduk hangat/dingin
    • Bila mungkin gunakan jari untuk memasukkan kembali hemoroid ke dalam anus dengan pelan-pelan
    • Bersihkan anus dengan hati-hati sesudah defekasi
    • Olesi jeli ke dalam rectum sesudah defekasi
    • Usahakan BAB yang teratur
    • Beri kompres dingin kalau perlu
    • Ajarkan klien tidur dengan posisi knee chest 15 menit/hari
    • Ajarkan kegel exercise untuk mengutamakan perineum dan mencegah hemoroid
    • Konsul ke dokter sebelum menggunakan obat hemoroid.

  2. Obstipasi

    Sama dengan TM II
  3. Sering kencing
  4. Pruritis
  5. Gangguan Pernapasan

    Nafas dangkal terjadi pada 50% wanita hamil, ekspansi diafgrama terbatas karena pembesaran uterus, dimana rahim membesar mendesak diafragma ke atas

    Penanganan :
    • Latihan nafas melalui senam hamil
    • Tidur dengan bantal yang tinggi
    • Makan tidak terlalu banyak
    • Hentikan merokok
    • Konsul ke dokter bila ada kelainan asma dll
    • Berikan penjelasan bahwa hal ini akan hilang setelah melahirkan

  6. Oedema

    Penyebab :
    • Peningkatan sodium yang banyak dan meningkatnya permeabilitas kapiler sehubungan dengan peningkatan hormon estrogen
    • Peningkatan tekanan vena
    • Penurunan vena kembali ke struktur awal
    • Varices vena dengan kongesti
    • Defisiensi diet protein
    • Peningkatan diet sodium

    Penanganan :
    • Meningkatkan periode istirahat, berbaring pada posisi miring kiri
    • Tingkatkan kaki bila duduk, pakai stoking
    • Tingkatkan intake protein
    • Menurunkan intake KH selama mereka meretensi cairan di jaringan
    • Minum 6-8 gelas cairan sehari untuk membantu diuresis natural
    • Anjurkan klien untuk melaporkan tanda toxemia, pre kelampsi, oedema, kelebihan BB, sakit kepala, pandangan kabur, penurunan urine output.

  7. Perubahan libido

    Penyebab :
    • Wanita mungkin mengalami sakit ulu hati dan gangguan pencernaan. Mungkin juga hemoroid atau hal lain yang mengurangi nafsu seksual
    • Kelelahan dan perubahan yang berhubungan dengan tuanya kehamilan mungkin terjadi pada trimester 3, seperti kurang tidur dan ketegangan
    • Rasa letih yang berlebihan disebabkan perubahan hormon yang dapat mengurangi daya tarik seksual
    • Rasa takut menyebabkan kecemasan yang dapat menyebabkan pasangan menghindari, mengekspresikan hubungan seksual.
    • Bila ada kehamilan yang lalu pernah mengalami perdarahan yang berulang maka aktifitas seksual dipandang sebagai ancaman terhadap janin
    • Nyeri waktu coitus disebabkan karena uterus terdorong ke bawah
    • Pengaruh janin menimbulkan penurunan seksual

    Penanganan :
    • Menjelaskan dan memberikan support pada ibu maupun suami bahas perubahan atau masalah seksual selama kehamilan adalah normal dan dapat disebabkan oleh pengaruh hormon estrogen dan psikologis
    • Diharapkan keluarga ibu dan suami menerima hal ini
    • Jelaskan pada ibu dan suaminya bahwa kehamilan muda atau tua jangan melakukan hubungan seksual dalam frekuensi yang sering
    • Jelaskan pada keluarga perlu pendekatan memberikan kasih sayang pada istri untuk mengalihkan rangsangan seksual secara fisik menjadi kontak psikis.

Ketidaknyamanan Kehamilan Trimester II

Kehamilan merupakan proses alamiah pada wanita yang akan menimbulkan berbagai perubahan dan menyebabkan rasa tidak nyaman, hal ini merupaka kondisi yang normal pada wanita hamil. Beberapa ibu biasanya mengeluh hal-hal yang membuat kehamilannya tidak nyaman dan kadang menyulitkan ibu.
Artikel ini merupakan kelanjutan dari artikel sebelumnya, nach di artikel ini saya akan menuliskan beberapa ketidaknyamanan kehamilan pada trimester II
Gatal-gatal
Gatal-gatal terjadi pada perut paha payudara maupun pada bagian lain terutama pada lipatan-lipatan
Penyebab
  • Perenggang kulit
  • Peningkatan pengeluaran keringat
Cara mengatasi
  • Potong dan bersihkan kku agar jika tergaruk tidak menimbulkan bekas
  • Jaga kebersihkan kulit
  • Mandi guyur minimal 2x sehari
  • Kurangi pemakaian sabun
Pusing, dapat pingsan, mual, keringat dingin, pucat dalam posisi terlentang
Penyebab
Rahim menekan pembuluh darah
Cara mengatasi
Ambil posisi iring ke kiri atau setengah duduk dengan lutut agak ditekuk hingga gejala hilang
Ulu hati terasa panas
Penyebab
  • Kelambatan pengosongan lambung
  • Lambung terdesak oleh rahim
Cara mengatasi
  • jangan mengkonsumsi makanan yang memproduksi gas seperti kubis, nangka, sawi dan durian
  • Hindari mengkonsumsi makanan yang berleak dan posrdi besar misalnya daging
  • Minum sedikit susu atau teh hangat
  • Jika gejalan semakin perah, hubungi tenaga kesehatan
Sembelit atau susah buang air besar (BAB)
Penyebab
  • Peningkatan penyerapan air oleh usus
  • Konsumsi tablet zat besi
  • Kurang minum
  • Kurang mengkonsumsi makanan berserat seperti sayur dan buah-buahan
  • kurang gerak badan
  • Penekanan usus oleh pembesaran rahim
Perut Kebung
penyebab
  • Pengaruh hormonal
  • banyak menelan udara
Cara mengatasi
  • Kunyak makanan perlahan sampai halus
  • Hindari makanan yang memproduksi gas, makanan berlemak dan porsi besar misalnya daging
  • Buang air besar secara teratur
Keputihan
penyebab
  • Pengaruh horonal
  • Peningkatan produksi lendir
Cara mengatasi
  • Jangan membilas bagian dalam liang senggama
  • Kenakan pembalut wanita dan segera ganti jika sudah basah
  • Jaga kebersihan alat kelamin ( bersihkan dari arah depan ke belakang)
  • Jika gatal, bau menusuk, ada perubahan sifat dan warna segera laporkan dan konsultasikan pada tenaga kesehatan
Varises
Pada kaki dan daerah kemaluan
Penyebab
  • Keturunan
  • Pengaruh hormon kehamilan
  • Pembesaran rahim yang menghabat aliran darah
  • mengejang saat buang air besar
Cara mengatasi
  • jangan terlalu lama berdiri atau duduk
  • hindari pakaian ketat
  • Cukup bergerak
  • Berbaring dengan kedua kaki ditinggikan misalnya dengan di ganjal bantal
  • Jangan mengejan terlalu kuat saat buang air besar
Sakit Kepala
Penyebab
  • Ketegangan emosional
  • Ketegangan pada mata (gangguan atau masalah pada mata)
Cara mengatasi
  • santai dan istirahat
  • Segera laporkan ke tenaga kesehatan jika berlangssung terus menerus
Nyeri pada lipatan paha
penyebab
Penarikan otot paha akibat pembesaran rahim
Cara mengatasi
  • Istirahat
  • Posisi jongkok dengan kedua  paha membuka atau tekuk lutut ke arah dada
  • Pakai penahan perut tetapi jangan yang menekan perut
  • Kompres hangat pada daerah yang nyeri
Nyeri Sendi
Pada punggung dan tekanan pada panggul
Penyebab
Perubahan keseimbangan tubuh oleh pembesaran perut
Cara mengatasi
  • Santai dan istirahat
  • Pakai sepatu berhak rendah
  • Latihan menggoyangkan panggul
Mual/muntah
Penyebab pasti tidak diketahui, mungkin disebabkan:
  • Perubahan hormonal (peningkatan kadar hcG, estrogen/progesterone, gula darah rendah)
  • Kelebihan asam gastric/asam klorida
  • Peristaltic lambat (mengakibatkan estrogen dan progesterone meningkat)
  • Perubahan dalam metabolisme
  • Pembesaran uterus
  • Faktor emosional yang labil
  • Alergis (sekresi corpus luteum, antigen dari ayah, “keracunan histamin”)
Cara meringankan/mencegah
  • Hindari bau atau faktor penyebab
  • Makan porsi kecil tapi sering, bahkan setiap 2 jam
  • Makan biskuit kering atau roti bakar sebelum bangun pagi
  • Makan sesuatu yang manis (permen) atau minuman (jus buah) sebelum tidur malam dan sesudah bangun pagi
  • Duduk tegak setiap kali selesai makan
  • Hindari makanan yang berminyak dan berbumbu merangsang
  • Makan-makanan kering dan minum diantara waktu makan
  • Bangun dari tidur secara perlahan dan hindari melakukan gerakan secara tiba-tiba
  • Hindari menggosok gigi setelah makan
  • Istirahat sesuai dengan kebutuhan dengan mengangkat kaki dan kepala agak ditinggikan
  • Hirup udara segar, pastikan cukup udara di dalam rumah
Terapi
Gunakan obat-obatan hanya bila tindakan secara non farmakologis gagal dan hanya untuk jangka pendek, misalnya:
# antihistamine : dimenhydrinate, doxylamine succinate
# metoclorpramide hydrochloride
# hindari buclizine. Meclizine (bersifat teratogenik)
# jika berat : terapi vitamin B6
# keterangan lebih lanjut hubungi dokter n_n
Tanda-tanda bahaya
  • Pertambahan berat badan (BB) yang tidak memadai
  • Kehilangan BB yang sidnifikan
  • Malnutrisi
  • Hiperemesis gravidarum (mual muntah yang berlebihan selama kehamilan)
  • Dehidrasi
  • Ketidakseimbangan elektrolit
  • Pastikan tidak ada appendicitis dan pancreatitis
Ptyalism (Salivasi/ kelenjar liur yang berlebihan)
  • Hal ini meningkat sejak 2-3 minggu usia kehamilan dan berhenti saat persalinan
  • Patogenesis tidak diketahui, mungkin disebabkan oleh :
# Meningkatnya keasaman mulut oleh asupan pati yang akhirnya  menstimulasi kelenjar salivary untuk meningkatkan sekresi
# Ptyalism sering juga menimbulkan mual, sehingga ibu hamil sering menghindari makan
Pengobatan
Gunakan pencuci mulut astringent, permen karet, permen yang keras
Fatique (kelelahan) selama trimester I
  • Penyebab tidak diketahui. Mungkin berhubungan dengan penurunan laju metabolisme basal pada awal kehamilan
  • Efek dari fatique yaitu meningkatnya intensitas respon psikologi wanita selama waktu ini
Cara meringankan atau mencegah
  • Yakinkan bahwa hal ini normal terjadi dalam kehamilan
  • Dorong ibu untuk sering beristirahat
  • Aktivitas sedang dan nutrisi yang baik dapat emngurangi kelelahan
Terapi
  • Tidak perlu memberikan obat-obatan
  • Suplemen vitamin dan zat besi dapat membantu untuk kesehatan
Tanda-tanda bahaya
  • Terdapat gejala anemia (lelah, konjungtiva mata pucat dll)
  • Ketidakmampuan untuk melakukan kegiatan/ aktivitas sehari-hari
  • Tanda dan gejala depresi
  • Tanda dan gejala adanya infeksi atau penyakit kronis
Pica (ngidam makanan)
  • Mungkin berkaitan dengan persepsi individu wanita mengenai apa yang bisa mengurangi mual dan muntah
  • Indra pengecap menjadi tumpul sehingga mencari makanan yang lebih merangsang
  • Tidak seharusnya menimbulkan kekhawatiran asal cukup bergizi dan makanan yang diidamkan bukan makanan yang tidak baik
Sakit punggung bagian atas
  • Terjadi pada trimester I kehamilan
  • Penyebab: meningkatnya ukuran dan volume payudara yang merupakan salah satu tanda presuratif kehamilan
  • Pembesaran mungkin menghasilkan ketegangan otot jika payudara tidak cukup ditopang
  • Cara mengurangi : gunakan bra yang pas dan menopang
Sakit punggung bagian bawah
  • Terjadi pada trimester kedua dan ketiga kehamilan
  • Dasar anatomis dan fisiologis :
o Kurvatur dari vertebra umbosacral yang meningkat saat uterus terus membesar
o Spasme otot karena tekanan terhadap akar syaraf
o Kadar hormon yang meningkat, sehingga cartilage didalam sendi-sendi besar menjadi lembek
o Keletihan
Cara meringankan
  • Gunakan body mekanik yang baik untuk mengangkat benda
  • Hindari sepatu atau sandal hak tinggi
  • Hindari mengangkat beban yang berat
  • Gunakan kasur yang keras untuk tidur
  • Gunakan bantal waktu tidur untuk meluruskan punggung
  • Hindari tidur terlentang terlalu lama karena dapat menyebabkan sirkulasi darah menjadi terhambat
Terapi
Jika terlalu parah gunakan penopang abdomen eksternal
Leucorrhea
  • Peningkatan sejumlah lendir dan kelenjar endoservical sebagai akibat dari peningkatan kadar estrogen
  • Perubahan peningkatan sejumlah glikogen pada sel epitel vagina menjadi asam laktat oleh doderlein basilus
Cara meringankan
  • Tingkatkan kebersihan dengan mandi setiap hari
  • Memakai pakaian dalam yang terbuat dari katun agar lebih kuat daya serapnya
  • Hindari pakaian dalam yang terbuat dari nilon
Terapi
  • Hindari pencucian vagina (douching)
  • Gunakan bedak tabur untuk mengeringkan (polider), tetapi jangan terlalu berlebihan
  • Cara tradisional : merendam vagina dengan air rebusan daun sirih
Tanda bahaya
  • Jika sangat banyak,/ berbau menyengat/ warna kuning/ abu-abu (servicitis, vaginitis)
  • Pengeluaran cairan (selaput ketuban pecah)
  • Perdarahan pervagina (abruption plasenta, placenta previa, lesi pada servix/ vagina, bloody show)
Nocturia (sering BAK)
  • Trimester I
Peningkatan berat fundus uterus, denganmelembutkan isthmus (tanda hegar) menyebabkan meningkatnya antefleksi membesarnya uterus, yang emnekan langsung kandung kemih
  • Trimester III
Terjadi lebih sering pada primigravida (ibu yang baru pertama kali hamil). Bagian terbawah janin menurun ke pelvic dan menyebabkan tekanan langsung pada kandung kemih. Tekanan membuat wanita merasa perlu BAK
Cara meringankan
  • Penjelasan mengenai terjadinya
  • Kosongkan saat terasa dorongan untuk BAK
  • Perbanyak minum pada siang hari
  • Jangan kurangi minum pada malam hari kecuali jika nocturia mengganggu tidur dan menyebabkan keletihan
  • Batasi minum bahan diuretic alamiah seperti kpoi, teh, cola dengan kafein dll
Tanda bahaya
wanita hamil menghadapi resiko lebih besar terhadap infeksi saluran kemih dan pyelonephritis karena ginjal dan kandung kemih mengalami perubahan
Chloasma gravidarum
  • Terjadi pada trimester II
  • Kecenderungan genetic peningkatan kadar estrogen dan mungkin progesteron dapat merangsang hormone melanogenic
Pencegahan
  • Hindari sinar matahari berlebihan selama masa kehamilan
  • Gunakan bahan pelindung non-alergis
Terapi farmakologis
  • Hindari penggunaan hydroqinones, karena dapat menimbulkan efek samping yang berbahaya
Diarrhea
  • Terjadi pada trimester I, II, III
  • Mungkin akibat dari peningkatan hormone
  • Efek samping dari infeksi virus
Cara meringankan
  • Cairan pengganti rehidrasi –oral
  • Hindari makanan berserat tinggi seperti sereal kasar, sayur-sayuran, buah-buahan, laktosa yang mengandung makanan
  • Makan sedikit tapi sering untuk memastikan kecukupan gizi
Edema dependen
  • Terjadi pada trimester II dan III
  • Peningkatan kadar sodium dikarenakan pengaruh hormonal
  • Kongesti sirkulasi pada ekstremitas bawah
  • Peningkatan kadar permeabilitas kapiler
  • Tekanan dari pembesaran uterus pada vena pelvic ketika duduk/ pada vena kava inferior ketika berbaring
Cara meringankan atau mencegah
  • Hindari posisi berbaring terlentang
  • Hindari posisi berdiri untuk waktu lama, istirahat dengan berbaring ke kiri, dengan kaki agak ditinggikan
  • Angkat kaki ketika duduk/istirahat
  • Hindari kaos yang ketat/tali/pita yang ketat pada kaki
  • Lakukan senam secara teratur
Tanda bahaya
  • Jika muncul pada muka dan tangan dan disertai dengan proteinuria serta hipertensi (waspada preeklampsi/eklampsia
Kram kaki
  • Biasanya terjadi setelah kehamilan 24 minggu
  • Dasar fisiologis penyebab masih belum jelas
  • Bisa terjadi karena :
o Kekurangan asupan kalsium
o Ketidakseimbangan rasio kalsium-fosfor
o Pemnbesaran uterus, sehingga memberikan tekanan pada pembuluh dasar pelvic, dengan demikian dapat menurunkan sirkulasi darah ke tungkai bagian bawah
Cara meringankan
  • Kurangi konsumsi susu (kandungan fosfornay tinggi) dan cari yang high calcium
  • Berlatih dorsifleksi pada kaki untuk meregangkan otot-otot yang terkena kram
  • Gunakan penghangat untuk otot
Terapi
  • Suplementasi dengan garam kalsium yang tidak mengandung fosfor
  • Gunakan antacid alumunium hidroksida untuk meningkatkan pembentukan fosfor yang tidak melarut
Tanda bahaya
  • Tanda-tanda thrombophlebitis superficial/ trombosis vena yang dalam
Insomnia
  • Terjadi mulai pada pertengahan masa kehamilan
  • Disebabkan oleh :
o perasaan gelisah, khawatir atau pun bahagia
o ketidaknyamanan fisik seperti membesarnya uterus, pergerakan janin, bangun di tengah malam karena nocturia, dyspnea, heartburn, sakit otot, stress dan cemas
Cara meringankan
  • Gunakan teknik relaksasi
  • Mandi air hangat, minum-minuman hangat (susu, the dengan susu) sebelum pergi tidur
  • Melakukan aktivitas yang tidak menstimulasi sebelum tidur
Terapi
  • Gunakan antihistamin
  • Hindari obat-obatan tidur (dapat emlintasi sawar plasenta)
Tanda bahaya
  • Keletihan yang berlebihan
  • Tanda-tanda depresi
Striae gravidarum
  • Terjadi pada bulan ke 6-7
  • Penyebab tidak jelas
  • Bisa timbul akibat perubahan hormon/gabungan antara perubahan hormone dan peregangan
Cara meringankan
  • Gunakan emollient topical jika ada indikasinya
  • Gunakan pakaian yang menopang payudara dan abdomen
Hemorrhoids
  • Terjadi pada trimester II dan III
  • Sering terjadi karena konstipasi
  • Dukungan yang tidak memadai pada vena hemorrhoid di area anorectal
  • Kurangnya klep di pembuluh-pembuluh yang berakibat pada perubahan secara langsung pada aliran darah
  • Progesterone menyebabkan relaksasi dindiong vena dan usus besar
  • Pembesaran uterus dapat meningkatkan tekanan-tekanan spesifik pada vena hemorrhoid, tekanan mengganggu sirkulasi venous dan menyebabkan kongesti pada vena pelvic
Cara meringankan/mencegah
  • Menghindari konstipasi
  • Menghindari ketegangan selama defekasi
  • Mandi air hangat/kompres hangat, air panas tidak hanya memberikan kenyamanan tapi juga meningkatkan sirkulasi
  • Kompres es/ garam Epsom
  • Latihan kegel, untuk mengencangkan otot-otot perineal
  • Istirahat di tempat tidur dengan panggul diturunkan dan dinaikkan
Konstipasi
  • Terjadi pada trimester II dan III
  • Peningkatan kadar progesterone menyebabkan peristaltic usus menjadi lambat
  • Penurunan motilitas sebagai akibat dari relaksasi otot-otot polos usus besar
  • Penyerapan air dari kolon meningkat
  • Efek samping penggunaan suplemen zat besi
Cara meringankan
  • Tingkatkan intake cairan, serat di dalam diet seperti: buah/juice prem, minum cairan dingin/panas (terutama ketika perut kosong)
  • Istirahat cukup
  • Senam/exercise
  • Membiasakan BAB secara teratur
  • BAB segera setelah ada dorongan
Terapi
  • Gunakan pembentuk bahan padat (bongkahan)/emollients. Seperti : supositoria dll
  • Hindari minyak mineral, lubrikasi, perangsang (stimulant) saline, hiperosmotis, diphenylmethane, castor dll
Tanda bahaya
  • Rasa nyeri hebat di abdomen, tidak mengeluarkan gas (obstruksi)
  • Rasa nyeri di kuadran kanan bawah (appendicitis)
Heart burn (panas dalam perut)
  • Mulai terasa selamatrimester kedua dan makin bertambah bersamaan dengan tambahnya usia kehamilan, hilang saat persalinan
  • Heart burn istilah lain untuk regurgitasi/refluks
  • Kandungan asam gastric (asam klorida dalam lambung) pada esophagus bagian bawah oleh peristaltic balik. Keasaman menyebabkan rasa terbakar pada kerongkongan dan tidak enak.
Penyebab:
  • Relaksasi cardiac spinkter lambung karena efek meningkatnya jumlah progesterone
  • Menurunnya motilitas saluran cerna dihasilkan dari relaksasi otot polos, yang kemungkinan karena meningkatnya progesteron dan tekanan uterus
  • Kehilangan ruang fungsi lambung karena tempatnya digantikan dan ditekan oleh pembesaran uterus
Cara meringankan
  • Makan porsi kecil tapi sering
  • Hindari makanan berlemak terlalu banyak, makanan yang digoreng/ makanan yang berbumbu merangsang
  • Hindari rokok, kopi, alcohol, cokelat (mengiritasi gastric)
  • Hindari berbaring setelah makan
  • Hindari minuman selain air putih saat makan
  • Kunyah permen karet
  • Tidur dengan kaki ditinggikan, sikap tubuh yang baik
Terapi
  • Gunakan antacid dengan kandungan sodium rendah (kombinasi hidroxida alumunium dan magnesium)
  • Hindari kalsium karena dapat menimbulkan hiperaciditas (peningkatan asam dalam lambung)
  • Hindari sodium bicarbonate, bismuth salicylate
Tanda bahaya
  • Kehilangan berat badan/keletihan yang amat berat
  • Nyeri epigastrium disertai sakit kepala hebat, hipertensi dan edema patologis pada trimester III (preeklampsia)
  • Nyeri perut yang hebat (abruption placenta, persalinan prematur, appendicitis)
Perut kembung
  • Terjadi pada trimester II dan III
  • Motilitas gastrointestinal menurun, menyebabkab terjabdinay perlambatan waktu pengosongan menimbulkan efek peningkatan progesterone pada relaksasi otot polos dan penekanan uterus pada usus besar
Cara meringankan
  • Hindari makanan yang mengandung gas
  • Mengunyah makanan secara sempurna
  • Pertahankan kebiasaan BAB yang teratur
  • Posisi knee chest (posisi seperti sujud tapi dada ditempelkan ke lantai) hal ini dapat membantu ketidaknyamanan dari gas yang tidak keluar
Sakit kepala
  • Biasa terjadi pada trimester II dan III
  • Akibat kontraksi otot/spasme otot (leher, bahu dan penegangan pada kepala), serta keletihan
  • Tegangan mata sekunder terhadap perubahan okuler, dinamika cairan syaraf yang berubah
Cara meringankan
  • Teknik relaksasi
  • Memassase leher dan otot bahu
  • Penggunaan kompres panas/es pada leher
  • Istirahat
  • Mandi air hangat
Terapi
  • Gunakan paracetamol
  • Hindari aspirin, ibuprofen, narcotics, sedative/hipnotik
Tanda bahaya
  • Bila bertambah berat atau berlanjut
  • Jika disertai dengan hipertensi dan proteinuria (preeklampsi)
  • Jika ada migraine
  • Penglihatan berkurang atau kabur
Dispareunia (rasa sakit pada saat berhubungan seksual)
  • Terjadi selama kehamilan
  • Akibat pembesaran uterus, hal ini menyebabkan penurunan sirkulasi, pelvic/vagina kongesti
  • Masalah fisik mungkin disebabkan oleh pembesaran abdomen/masuknya bagian terbawah janin ke dalam pelvic
  • Faktor psikologis : miskonsepsi dan takut menyakiti janin
Cara mengurangi
  • Perubahan posisi, hal ini akan meredakan masalah yang disebabkan oleh pembesaran abdomen/rasa sakit dari penetrasi yang dalam
  • Diskusi miskonsepsi dan ketakutan, agar wanita tidak khawatir berlebihan
  • Kedua pasangan sebaiknya membuka informasi pada cara alternative untuk kepuasan seksual masing-masing

Gizi Tepat Saat HamilSep 29, '07 2:12 AM
untuk
KEBUTUHAN GIZI
* Kalori
Selama hamil, ibu membutuhkan tambahan energi/kalori untuk pertumbuhan dan perkembangan janin, juga plasenta, jaringan payudara, cadangan lemak, serta untuk perubahan metabolisme yang terjadi. Di trimester II dan III, kebutuhan kalori tambahan ini berkisar 300 kalori per hari dibanding saat tidak hamil. Berdasarkan perhitungan, pada akhir kehamilan dibutuhkan sekitar 80.000 kalori lebih banyak dari kebutuhan kalori sebelum hamil.
* Protein
Kebutuhan protein bagi wanita hamil adalah sekitar 60 gram. Artinya, wanita hamil butuh protein 10-15 gram lebih tinggi dari kebutuhan wanita yang tidak hamil. Protein tersebut dibutuhkan untuk membentuk jaringan baru, maupun plasenta dan janin. Protein juga dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan dan diferensiasi sel.
* Lemak
Pertumbuhan dan perkembangan janin selama dalam kandungan membutuhkan lemak sebagai sumber kalori utama. Lemak merupakan sumber tenaga yang vital dan untuk pertumbuhan jaringan plasenta. Pada kehamilan yang normal, kadar lemak dalam aliran darah akan meningkat pada akhir trimester III. Tubuh wanita hamil juga menyimpan lemak yang akan mendukung persiapannya untuk menyusui setelah bayi lahir.
* Karbohidrat
Karbohidrat merupakan sumber utama untuk tambahan kalori yang dibutuhkan selama kehamilan. Pertumbuhan dan perkembangan janin selama dalam kandungan membutuhkan karbohidrat sebagai sumber kalori utama. Pilihan yang dianjurkan adalah karbohidrat kompleks seperti roti, serealia, nasi dan pasta. Selain mengandung vitamin dan mineral, karbohidrat kompleks juga meningkatkan asupan serat yang dianjurkan selama hamil untuk mencegah terjadinya konstipasi atau sulit buang air besar dan wasir.
* Vitamin dan mineral
Wanita hamil juga membutuhkan lebih banyak vitamin dan mineral dibanding sebelum hamil. Ini perlu untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin serta proses diferensiasi sel. Tak cuma itu. Tambahan zat gizi lain yang penting juga dibutuhkan untuk membantu proses metabolisme energi seperti vitamin B1, vitamin B2, niasin, dan asam pantotenat. Vitamin B6 dan B12 diperlukan untuk membentuk DNA dan sel-sel darah merah, sedangkan Vitamin B6 juga berperan penting dalam metabolisme asam amino.
Kebutuhan vitamin A dan C juga meningkat selama hamil. Begitu juga kebutuhan mineral, terutama magnesium dan zat besi. Magnesium dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan dari jaringan lunak. Sedangkan zat besi dibutuhkan untuk membentuk sel darah merah dan sangat penting untuk pertumbuhan dan metabolisme energi, disamping untuk meminimalkan peluang terjadinya anemia. Kebutuhan zat besi menjadi dua kali lipat dibandingkan sebelum hamil.
DAMPAK KURANG GIZI
Kekurangan asupan gizi pada trimester I dikaitkan dengan tingginya kejadian bayi lahir prematur, kematian janin, dan kelainan pada sistem saraf pusat bayi. Sedangkan kekurangan energi terjadi pada trimester II
dan III dapat menghambat pertumbuhan janin atau tak berkembang sesuai usia kehamilannya. Contoh konkretnya adalah kekurangan zat besi yang terbilang paling sering dialami saat hamil. Gangguan ini membuat ibu mengalami anemia alias kekurangan sel darah merah. Kekurangan asam folat juga dapat menyebabkan anemia, selain kelainan bawaan pada bayi, dan keguguran.
Padahal, tak sulit memperoleh tambahan zat besi dan asam folat ini. Selain dari suplemen, juga dari bahan makanan yang disantapnya. Namun ibu hamil tak dianjurkan mengonsumsi suplemen multivitamin karena kelebihan vitamin A dan D dosis tinggi dalam tubuh justru dapat menimbulkan penumpukan yang berefek negatif. Suplemen dalam bentuk jejamuan juga tidak dianjurkan jika kebersihan dan keamanan bahannya tidak terjamin.
ANJURAN KHUSUS
Ibu hamil sebaiknya mengonsumsi sedikitnya dua gelas susu sehari atau kalau tidak, santaplah hasil produksi ternak lainnya. Ingat, keanekaragaman bahan makanan merupakan kunci dari menu makanan bergizi seimbang. Kebutuhan kalori mudah didapat dari tambahan porsi biji-bijian, sayuran, buah dan susu rendah lemak. Jika ibu baru mengonsumsi menu bergizi setelah beberapa minggu kehamilan, diharapkan keterlambatannya tidak melampui masa trimester II yang merupakan masa pertumbuhan janin terbesar.
Bagi ibu hamil sebenarnya tidak ada makanan yang benar-benar harus dihindari, kecuali alkohol. Namun bila ibu mengalami keluhan mual-muntah, maka ia tidak dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang dapat merangsang keluhan mual-muntahnya. Contohnya adalah durian. Jika tidak ada keluhan, buah ini boleh dikonsumsi selama hamil asalkan jumlahnya wajar, yaitu sekitar 35 gram dalam sehari.
Olahan apa pun seperti makanan yang dibakar boleh saja disantap asalkan benar-benar matang dan tidak dikonsumsi bagian gosongnya. Selanjutnya, apabila ibu hamil telah mengonsumsi menu makanan sesuai anjuran, maka camilan tanpa kalori boleh-boleh saja dikonsumsi seperti agar-agar, gelatin dan sejenisnya.
Selain alkohol, kopi juga tidak dianjurkan diminum selama hamil karena kurang mengandung zat gizi dan kemungkinan memberikan efek negatif walau hal ini masih diperdebatkan. Merokok aktif maupun pasif juga harus dihentikan karena berkaitan dengan tingginya risiko keguguran, bayi lahir meninggal, lahir prematur, ataupun lahir dengan berat badan rendah (kurang dari 2.500 gram).
PANTAU KENAIKAN BERAT BADAN
Pada trimester I biasanya ibu hamil akan mengalami penyesuaian terhadap perubahan fungsional dalam tubuhnya akibat proses kehamilan. Di antaranya keluhan mual-muntah dan rasa tidak nyaman lainnya. Dengan demikian, asupan makanan selama trimester ini belum dapat menaikkan BB ibu hamil. Normalnya, pada trimester I berat badan diharapkan naik kurang dari 2 kilogram. Sedangkan pada trimester II dan III sebaiknya kenaikan BB kurang dari 1/2 kg setiap minggunya.
Ibu hamil yang tergolong kurus sebelum hamil, diharapkan bisa mencapai kenaikan BB sebanyak 12,5­18 kg pada akhir kehamilan. Sedangkan untuk mereka yang tidak kurus dan tidak gemuk alias memiliki berat badan ideal diharapkan mencapai kenaikan BB sebesar 11,5­16 kg di akhir kehamilannya. Sedangkan mereka yang kelebihan BB saat sebelum hamil diharapkan kenaikan BB-nya hanya 7­,115 kg pada akhir kehamilannya. Sementara wanita hamil yang kegemukan sebelum hamil, kenaikan BB dianjurkan sebatas 6 kg atau lebih sedikit pada akhir kehamilannya. Agar kenaikan berat badan terjaga, tentu saja ibu perlu secara berkala dan rutin menimbang badan bersamaan dengan pemeriksaan kehamilan.

MENU SEHARI IBU HAMIL

Menu makanan untuk ibu hamil pada dasarnya tidak banyak berbeda dari menu sebelum hamil. Jadi seharusnya tidak ada kesulitan berarti dalam pengaturan menu makanan selama hamil. Nah, berikut bahan makanan yang dianjurkan dalam sehari:
Kelompok bahan makanan:Porsi:
roti, serealia, nasi dan mi6 piring/porsi
sayuran3 mangkuk
buah4 potong
susu, yogurt, dan atau keju2 gelas
daging, ayam, ikan, telur dan kacang-kacangan3 potong
lemak, minyak5 sendok teh
gula2 sendok makan

Berikut tabel contoh menu makanan dalam sehari bagi ibu hamil
Bahan makananPorsi hidangan sehariJenis hidangan
Nasi5 + 1 porsi
Makan pagi: nasi 1,5 porsi (150 gram) dengan ikan/ daging 1 potong sedang (40 gram), tempe 2 potong sedang (50 gram), sayur 1 mangkok dan buah 1 potong sedang
Makan selingan: susu 1 gelas dan buah 1 potong sedang
Makan siang: nasi 3 porsi (300 gram), dengan lauk, sayur dan buah sama dengan pagi
Selingan: susu 1 gelas dan buah 1 potong sedang
Makan malam: nasi 2,5 porsi (250 gram) dengan lauk, sayur dan buah sama dengan pagi/siang
Selingan: susu 1 gelas



Sayuran3 mangkuk
Buah4 potong
Tempe3 potong
Daging3 potong
Susu2 gelas
Minyak5 sendok teh
Gula2 sendok makan
Variasikan menu tersebut dengan bahan makanan penukarnya sebagai berikut:
* 1 porsi nasi (100 gram) dapat ditukar dengan:
Roti 3 potong sedang (70 gram), kentang 2 biji sedang (210 gram), kue kering 5 buah besar (50 gram), mi basah 2 gelas (200 gram), singkong 1 potong besar (210 gram), jagung biji 1 piring (125 gram), talas 1 potong besar (125 gram), ubi 1 biji sedang (135 gram)
* 1 potong sedang ikan (40 gram) dapat ditukar dengan:
1 potong kecil ikan asin (15 gram), 1 sendok makan teri kering (20 gram), 1 potong sedang ayam tanpa kulit (40 gram), 1 buah sedang hati ayam (30 gram), 1 butir telur ayam negeri (55 gram), 1 potong daging sapi (35 gram), 10 biji bakso sedang (170 gram) dan lainnya.
* 1 mangkuk (100 gram) sayuran, di antaranya buncis, kol, kangkung, kacang panjang, wortel, labu siam, sawi, terong dan lainnya.
* 1 potong buah, seperti 1 potong besar papaya (110 gram), 1 buah pisang (50 gram), 2 buah jeruk manis (110 gram), 1 potong besar melon (190 gram), 1 potong besar semangka (180 gram), 1 buah apel (85 gram), 1 buah besar belimbing (140 gram), 1/4 buah nenas sedang (95 gram), 3/4 buah mangga besar (125 gram), 9 duku buah sedang (80 gram), 1 jambu biji besar (100 gram), 2 buah jambu air sedang (110 gram), 8 buah rambutan (75 gram),
2 buah sedang salak (65 gram), 3 biji nangka (45 gram), 1 buah sedang sawo (85 gram), dan lainnya.
* 2 potong sedang tempe (50 gram) dapat ditukar dengan:
Tahu 1 potong besar (110 gram), 2 potong oncom kecil (40 gram), 2 sendok makan kacang hijau (20 gram), 2,5 sendok makan kacang kedelai (25 gram), 2 sendok makan kacang merah segar (20 gram), 2 sendok makan kacang tanah (15 gram), 1,5 sendok makan kacang mete (15 gram), dan lainnya.
* 1 gelas susu susu sapi (200 cc) dapat ditukar dengan:
4 sendok makan susu skim (20 gram), 2/3 gelas yogurt nonfat (120 gram), 1 potong kecil keju (35 gram), dan lainnya.
* Minyak kelapa 1 sendok teh (5 gram) dapat ditukar dengan:
avokad 1/2 buah besar (60 gram), 1 potong kecil kelapa (15 gram), 2,5 sendok makan kelapa parut (15 gram), 1/3 gelas santan (40 gram), dan lainnya.
* Gula pasir 1 sendok makan (13 gram) ditukar dengan:
1 sendok makan madu (15 gram)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar