Selasa, 11 Januari 2011

tips menjaga kehamilan

Kehamilan adalah idaman semua wanita, siapa yang tidak ingin Hamil? .Jadi Kehamilan adalah kesempurnaan seorang wanita.
Bila anda merencanakan dan mempersiapkan kehamilan secara matang, maka otomatis bayi dalam kandungan akan baik-baik saja. Selain itu saat bayi lahir dalam keadaan sehat fisik dan psikis tanpa cacat sedikit pun. Hal tersebut didukung oleh kondisi kesehatan calon ayah dan ibu yang optimal dan merupakan salah satu cara mencegah ketidaknormalan sel calon janin
Berikut ini ada tips yang sangat dianjurkan bagi Ibu hamil dalam menjaga kehamilan masa pertumbuhan bayi di dalam kandungan :
1. Kontrol teratur ke dokter untuk memeriksakan kehamilan.
2. Hindari bahan atau zat-zat kimia yang yang menimbulkan keracunan
3. Berhenti merokok bila Anda merokok atau janganlah menjadi perokok pasif,
4. Minumlah yang lebih banyak, terutama air putih.
5. Konsumsi makanan yang bergizi, untuk memenuhi kecukupan gizi untuk ibu dan si kecil
6. Konsumsi vitamin Asam Folat
7. Konsumsi juga tablet penambah darah,
8. Berhati-hatilah dalam mengkonsumsi obat-obatan termasuk juga obat-obat tradisional.
9. Jangan sungkan atau takut bertanya pada dokter.
10. Tetaplah beraktifitas karena akan baik untuk sang ibu maupun sang calon bayi.
11. Hindari mandi atau berendam dengan air panas saat hamil.
12. Istirahatlah yang cukup

Senin, 10 Januari 2011

tips diet

Kita semua pernah ada di sana – ketika Anda kelebihan beberapa ekstra kilogram, penurunan berat badan nampak seperti sebuah tugas yang menakutkan. Tetapi hasilnya sungguh manis. Pertama kali Anda dapat menyelip masuk ke dalam jeans yang langsing maka hal ini akan menjadi momentum dari kemenangan pribadi yang murni. Kuncinya adalah mengecek seluruh info diet yang ada untuk menemukan apa yang sejujurnya berhasil. Kami telah berbicara dengan para ahli diet, pembimbing penurunan berat badan, trainer persona dan para wanita sejati yang telah kehilangan berat badannya – dan tetap mempertahankannya – untuk menemukan 20 hal terpenting mengenai diet yang sehat.

Pendekatan

1. Pikirkanlah Perubahan Gaya Hidup, bukan Diet

Anda harus mengubah kebiasaan makan Anda secara permanen bila Anda ingin menurunkan berat badan dan menjaganya. "Anda tidak hanya sekedar mengubahkan apa yang Anda makan untuk waktu yang singkat, tetapi untuk suatu efek yang lebih bertahan lama.,” ujar Ramona Josephson, seorang ahli Diet asal Vancouver dan direktur dari website weightlossdeal.com.

Memasak dan Makan

2. Berjaga-jagalah dengan gula murni.
Makanan yang mengandung gula murni adalah salah satu cara tercepat untuk menaikkan berat beberapa kilogram. Cek terlebih dahulu label obat seperti: dextrose, fructose, corn syrup dan maltodextrin, ujar Salib Huber. Kita semua memiliki kelemahan kita sendiri, jadi jika gulalah yang Anda inginkan, kurangi pemakaian gula setiap kalinya. Kathy Kirton, telah kelebihan berat badan setelah tiga kali hamil. Ia mulai dengan makan sebatang cokelat ukuran sedang setiap hari lalu berlanjut dengan ukuran yang jauh lebih besar dan kemudian sebatang coklat yang mengandung 100 kalori. Baru kemudian ia menguranginya dan akhirnya berat badannya mulai turun.

3. Tidak Semua Lemak Buruk

Kebanyakan orang tahu bahwa lemak trans harus dihindari karena meningkatkan kolesterol buruk (LDL), mengurangi kolesterol baik (HDL) dan mengeraskan arteri. Dan lemat jenuh sebaiknya hanya menggantikan tujuh hingga sepuluh persen dari diet Anda. Tetapi lemak tak jenuh, yang ditemukan pada makanan seperti kacang-kacangan, minyak ikan, minyak zaitun, adalah memberi manfaat. "Kandungan ini menolong mengurangi pembengkakan, menurunkan kolesterol dan mencegah penyakit kardiovaskular,” ujar Jennifer Salib Huber, seorang ahli diet yang berpusat di Halifax dan dokter naturopathic. Selain itu, kandungan ini juga melambatkan penyerapannya ke dalam aliran darah, mempertahankan untuk lebih lama memenuhinya. Tetapi jangan terlalu berlebihan melakukannya. Anda hanya perlu satu atau dua sendok the dari lemak tak jenuh dalam makanan Anda.



4. Makanlah Makan Pagi


"Bila Anda makan pagi, Anda menjaga tingkat metabolisma Anda bekerja. Bila Anda tidak makan pagi, tubuh Anda akan melihatnya sebagai potensi kelaparan dan metabolisma Anda akan menurunkan kecepatannya, ” ujar Josephson.

5. Berilah Tubuh Anda Makan Secara Teratur
Untuk menjaga kadar gula dalam darah Anda konsisten, makanlah tiga kali makan secara seimbang setiap hari dan snack di antara makan itu secara terpisah dalam jangka waktu lebih dari 5 jam, nasehat Josephson. Hal ini akan menolong mencegah Anda sampai kepada waktu makan berikutnya dan menjadi “tak terkontrol.”

6. Perhatikan Apa Yang Anda Taruh Pada Makanan Anda
Anda bisa saja mengisi piring Anda dengan daging yang menyehatkan seperti ikan dan sayuran, tetapi kemudian hancurkan usaha Anda dengan menyampurkan banyak mayonnaise, mentega, salad dressing atau minyak berlebihan, demikian peringatan Josephson. Batasi jumlah yang Anda gunakan dan pikirkan produk rendah lemak yang selektif, sepanjang tidak mengandung kadar gula yang tinggi.


7. Kumpulkan persediaan snacks yang sehat di dapur Anda
Heather Kovensky, yang turun hampir 100 pon (45 kg) ketika remaja dan sekarang bekerja sebagai trainer pribadi, mulai makan buah dan sayuran menggantikan keripik dan kue-kue. "Wortel dan seledri memang tidak menyenangkan, tetepi terlalu gemuk juga tidak menyenangkan, “ jelasnya. Ia juga menyarankan almond mentah, yogurt, keju cottage atau sup.

8. Buat Perencanaan Waktu Makan di Luar
Kadangkala anak-anak Kirton ingin makan di McDonald's. (Namanya juga anak-anak..) Gantinya soft drink, burger dan fries, Kirton memesankan anak-anaknya chicken fajita, salad dan air untuk memberinya hijau sayur dan protein.

9. Makanlah Porsi Yang Lebih Kecil
Belajarlah berapa banyak yang benar-benar Anda perlukan untuk makan. Gunakan sebuah piring atau mangkok ukuran kecil untuk memberi gambaran yang cukup menolong.

10. Hindari makan terlalu malam
Kovensky mencoba untuk memperoleh makan terakhirnya pada jam 7 malam, “ Bila saya makan jam 8 malam, saya menyadari porsi yang saya miliki, saya tidak akan makan sepiring besar pasta.” Kenapa tidak? Kalau Anda pergi tidur, Anda akan membakar lebih sedikit kalori. Orang juga cenderung menjangkau makanan yang membuat nyaman ketika bersantai di malam hari.

11. Minumlah Air Putih
"Saya mencoba minum delapan gelas air putih setiap hari. Kadangkala enam, kadangkala sepuluh, “ ujar Greff. Ia minum air, khususnya sebelum ia menjangkau snack untuk memastikan bahwa ia tidak sekedar haus. Kalau Anda ingin menambah rasa yang hambar, cobalah beli yang beraroma lemon atau jeruk nipis, atau cobalah teh herbal.

Sisi Mental

12. Dapatkan Delapan Jam Tidur
Tidak cukupnya waktu tidur mempengaruhi tiga hormon yang berkaitan dengan berat badan, ujar Josephson. Hal ini dapat mengakibatkan penurunan dalam leptin, suatu hormon menekan nafsu makan, menaikkan ghrelin, suatu hormon yang mempertahankan rasa lapar, dan menaikkan kortisol hormon stress, yang menaikkan persediaan lemak Stress juga dapat mengeluarkan sisi batin yang “tukang makan.” Jadi waspadailah hal ini.

13. Makan Secara Emosional.
Dapatkan akar dari permasalahannya. "Mengetahui alasan mengapa Anda bereaksi kepada emosi tertentu akan makanan akan membuar berbeda dalam perubahan kebiasaan makan Anda. Anda ingin mengidentifikasi bayarannya dan manfaat yang Anda pikir akan Anda dapatkan, lebih dari cita rasa, dan kemudian ciptakan tipe perasaan yang sama dengan cara-cara lainnya, “ujar Sugar.

14. Simpanlah Jurnal Makanan
Pada tiga bulan pertama Kirton menyimpan sebuah jurnal makanan, yang menolongnya ada pada jalur yang tepat pada apa yang ia makan dan mempertahankan ia tetap mengikutinya. Bahkan sekarang, apabila ia melanggar standard yang ia tetapkan, ia memulai lagi mencatat apa yang ia makan untuk membawa ia kembali ke jalur yang seharusnya.

15. Dapatkan Dukungan
Sugar memanggil klien-klien nya setiap hari pada mulanya dan kemudian mengurangi frekuensinya sementara pemikiran serta pola emosional yang baru mulai terbangun. Anda juga dapat menemukan dukungan dari seorang pelatih nutrisi, seorang trainer pribadi, seorang sahabat atau komunitas pengurangan berat badan on line, ujar Salib Huber.

16. Tetap Pegang Senjatamu
Ketika seorang sanak keluarganya mencoba mendorong Kirton untuk mengambil sepotong kue, ia menjawab bahwa ia telah bekerja amat keras untuk menurunkan berat badannya dan ia ingin agar anggota keluarganya menghargai keputusannya. Jikalau Anda tidak ingin membuat berat badan Anda naik, Josephson menyarankan untuk menjawab bahwa Anda sangat puas dengan hidangan yang diberikan dan tidak mampu makan lebih banyak lagi.

17. Jika Anda Terjatuh, Segeralah Berdiri Lagi

Greff kehilangan 11 kilogram dan kemudian naik lagi 4,5 kg setelah Natal. Tapi bukannya menyerah, ia mengevaluasi lagi cita-citanya dan kembali kepada tujuan yang semula. “Saya mengingatkan diri saya sendiri bahwa saya ingin memiliki energi untuk membawa putri saya jalan-jalan dan dapat menggendongnya. Saya juga ingin nampak cantik dengan baju-baju tua saya.”

18. Kombinasikan Latihan Cardio dan Latihan Beban
"Anda ingin melakukan kombinasi dari Cardio dan latihan beban minimal tiga hari per minggunya untuk 45 menit hingga 1 jam setiap sesinya, “ ujar Erin Galway, fitness manager dan trainer pribadi elit di Goodlife Fitness, Toronto. Untuk turunnya berat badan secara optimal, Anda perlu untuk melakukan latihan bebant (yang membangun otot yang sehat dan meningkatkan metabolisma ) sekaligus Cardio (yang membakar kalori dan memperbaiki kesehatan jantung dan paru-paru Anda).

19. Buatlah Pembagian

Kadangkala Anda sepertinya tidak menemukan 1 jam bagi diri Anda. Cobalah melakukan olah raga di rumah: gunakan video latiahan, lakukan latihan olahraga resistan dengan sebuah Theraband dan gunakan kaleng-kaleng makanan menjadi barbel. Bagialah latihan olah raga Anda menjadi potongan 10-20 menit sepanjang hari dan Anda akan melihat hasilnya.

20. Tantanglah Diri Anda

Untuk mengatasi kondisi stagnasi, tetap tantanglah diri Anda. Seorang pelatih pribadi dapat menolong, karena ia dapat mengubah latihan olah raga And atau meningkatkan beban alat berat Anda secara tepat.

Senin, 03 Januari 2011

Tips sebelum main drum

Berikut ini beberapa tips penting dalam bermain alat musik drum dan bagi loe para pemula, yang baru akan mempelajari alat musik ini, tentunya ini bisa membantu loe sebelum bermain alat musik ini.
1. Gunakan ear plug (penutup telinga) guna melindungi telinga dari kerusakan dan selalu gunakan pada saat latihan dan tampil.
2. Biasakan untuk menggunakan metronome setiap kali akan berlatih drum sehingga tempo loe senantiasa stabil.
3. Rileks, bermain drum jangan tegang dan jangan membuang-buang tenaga, tidak ada gunanya.
4. Selalu menyiapkan stick sendiri lebih dari satu pasang jika ingin tampil.
5. Jangan cepat puas dengan ilmu yang telah loe dapat, teruslah menambah ilmu.
6. Jangan fanatik pada satu atau dua aliran lagu saja, hal inilah yang dapat menghambat kreatifitas pemain dan membuat permainan loe menjadi monoton dan membosankan. Cobalah berbagai macam aliran musik dan usahakan loe dapat memainkan seluruh aliran musik yang ada.
7. Dalam bermainan drum harus melibatkan feel atau harus benar2 dirasakan, jangan asal pukul dan jangan pernah berpikiran bahwa semakin keras pukulan loe akan semakin bagus. Dan jangan juga loe berpikir bahwa semakin cepat loe bermain maka loe semakin hebat. Tidak juga, kekerasan dan kecepatan tidak ada sangkut pautnya dengan musikalitas.
8. Berlatih dari tempo yang lambat dan jika sudah sangat terbiasa, tingkatkan temponya perlahan-lahan. Bukankah loe harus belajar berjalan dulu baru bisa lari.
9. Dengarkan musisi lainnya, jangan hanya terfokus pada diri sendiri, dengarkan yang lain.
10. Jadilah pemain drum yang kreatif, beri variasi pada setiap permainan drum yang loe dapat. Karena drum masih merupakan sesuatu yang ‘baru’, masih banyak variasi baru yang bisa loe dapatkan.
Note: Untuk ear plug loe dapat membelinya di apotik yang besar atau di toko yang menjual perlengakapan militer. Untuk metronome disetiap toko musik pasti ada, dan carilah yang digital.

Jumat, 26 November 2010

layanan kebidanan kolaborasi

Layanan Kolaborasi adalah layanan yang dilakukan oleh Bidan sebagai anggota timyang kegiatannya dilakukan secara bersamaan atau sebagai salah satu dari sebuah proses kegiatan pelayanan kesehatan.

Tugas kolaborasi/kerjasama
a) Menerapkan manajemen kebidanan pada setiap asuhan kebidanan sesuai fungsi kolaborasi dengan melibatkan klien dan keluarga
(1) Mengkaji masalah yang berkaitan dengan komplikasi dan keadaan kegawatdaruratan yang memerlukan tindakan kolaborasi
(2) Menentukan diagnosa, prognosa dan prioritas kegawatdaruratan yang memerlukan tindakan kolaborasi
(3) Merencanakan tindakan sesuai dengan prioritas kegawatdaruratan dan hasil kolaborasi serta kerjasama dengan klien
(4) Melaksanakan tindakan sesuai dengan rencana dan dengan melibatkan klien
(5) Mengevaluasi hasil tindakan yang telah diberikan
(6) Membuat rencana tindak lanjut bersama klien
(7) Membuat pencatatan dan pelaporan
b) Memberikan asuhan kebidanan pada ibu hamil dengan risiko tinggi dan pertolongan pertama pada kegawatdaruratan yang memerlukan tindakan kolaborasi
(1) Mengkaji masalah yang berkaitan dengan komplikasi dan keadaan kegawatdaruratan yang memerlukan tindakan kolaborasi
(2) Menentukan diagnosa, prognosa dan prioritas sesuai dengan faktor risiko dan kegawatdaruratan yang memerlukan pertolongan pertama dan tindakan kolaborasi
(3) Menyususn rencana asuhan dan tindakan pertolongan pertama sesuai dengan prioritas
(4) Melaksanakan asuhan kebidanan pada kasus ibu hamil risiko tinggi dan memberikan pertolongan pertama sesuai dengan prioritas
(5) Mengevaluasi hasil asuhan kebidanan dan pertolongan pertama
(6) Membuat rencana tindak lanjut bersama klien
(7) Membuat pencatatan dan pelaporan
c) Memberikan asuhan kebidanan pada ibu dalam masa persalinan dengan risiko tinggi dan keadaan kegawatdaruratan yang memerlukan pertolongan pertama dengan tindakan kolaborasi dengan melibatkan klien dan keluarga
(1) Mengkaji kebutuhan asuhan kebidanan pada ibu dalam masa persalinan denan risiko tinggi dan keadaan kegawatdaruratan yang memerlukan pertolongan pertama dengan tindakan kolaborasi
(2) Menentukan diagnosa, prognosa dan prioritas sesuai dengan faktor risiko dan keadaan kegawatdaruratan
(3) Menyususn rencana asuhan dan tindakan pertolongan pertama sesuai dengan prioritas
(4) Melaksanakan asuhan kebidanan pada ibu dalam masa persalinan dengan risiko tinggi dan memberikan pertolongan pertama sesuai prioritas
(5) Mengevaluasi hasil asuhan kebidanan dan pertolongan pertama pada ibu dalam masa persalinan dengan risiko tinggi
(6) Membuat rencana tindak lanjut bersama klien dan keluarga
(7) Membuat pencatatan dan pelaporan
d) Memberikan asuhan kebidanan pada ibu dalam masa nifas dengan risiko tinggi dan pertolongan pertama pada kegawatdaruratan yang memerlukan tindakan kolaborasi dengan klien dan keluarga
(1) Mengkaji kebutuhan asuhan kebidanan pada ibu dalam masa nifas dengan risiko tinggi dan keadaan kegawatdaruratan yang memerlukan pertolongan pertama dengan tindakan kolaborasi
(2) Menentukan diagnosa, prognosa dan prioritas sesuai dengan faktor risiko dan keadaan kegawatdaruratan
(3) Menyususn rencana asuhan kebidanan pada ibu dalam masa nifas dengan risiko tinggi dan pertolongan pertama sesuai dengan prioritas
(4) Melaksanakan asuhan kebidanan pada ibu dalam masa nifas dengan risiko tinggi dan memberikan pertolongan pertama sesuai prioritas
(5) Mengevaluasi hasil asuhan kebidanan dan pertolongan pertama
(6) Membuat rencana tindak lanjut bersama klien dan keluarga
(7) Membuat pencatatan dan pelaporan
e) Memberikan asuhan kebidanan pada bayi baru lahir dengan risiko tinggi dan yang mengalami komplikasi serta kegawatdaruratan yang memerlukan pertolongan pertama dengan tindakan kolaborasi dengan melibatkan klien dan keluarga
(1) Mengkaji kebutuhan asuhan kebidanan pada bayi baru lahir dengan risiko tinggi dan keadaan kegawatdaruratan yang memerlukan tindakan kolaborasi
(2) Menentukan diagnosa, prognosa dan prioritas sesuai dengan faktor risiko dan keadaan kegawatdaruratan
(3) Menyususn rencana asuhan kebidanan pada bayi baru lahir dengan risiko tinggi dan memerlukan pertolongan pertama sesuai dengan prioritas
(4) Melaksanakan asuhan kebidanan pada bayi baru lahir dengan risiko tinggi dan memberikan pertolongan pertama sesuai prioritas
(5) Mengevaluasi hasil asuhan kebidanan dan pertolongan pertama
(6) Membuat rencana tindak lanjut bersama klien dan keluarga
(7) Membuat pencatatan dan pelaporan
f) Memberikan asuhan kebidanan pada balita dengan risiko tinggi dan yang mengalami komplikasi serta kegawatdaruratan yang memerlukan tindakan kolaborasi dengan melibatkan klien dan keluarga
(1) Mengkaji kebutuhan asuhan pada balita dengan risiko tinggi dan keadaan kegawatdaruratan yang memerlukan tindakan kolaborasi
(2) Menentukan diagnosa, prognosa dan prioritas sesuai dengan faktor risiko dan keadaan kegawatdaruratan
(3) Menyusun rencana asuhan kebidanan pada balita dengan risiko tinggi dan memerlukan pertolongan pertama sesuai dengan prioritas
(4) Melaksanakan asuhan kebidanan pada balita dengan risiko tinggi dan memberikan pertolongan pertama sesuai prioritas
(5) Mengevaluasi hasil asuhan kebidanan dan pertolongan pertama
(6) Membuat rencana tindak lanjut bersama klien dan keluarga
(7) Membuat pencatatan dan pelaporan

Minggu, 07 November 2010

reduksi dan plebotomi

PEMERIKSAAN REDUKSI URINE

Prinsip: glukosa dapat mereduksi ion cupri dalam larutan alkalis → terjadi perubahan warna dari hijau → merah
Tujuan: menentukan adanya glukose dalam urine
Persiapan px:
Dilarang minum obat vit.C, salisilat, sterptomisin → memberi hasil positif palsu

Alat yang digunakan:
Tabung reaksi
Pipet
Lampu spiritus
Penjepit tabung
Reagen:
Fehling
Benedict

Cara pemeriksaan (Metode Benedict):
Masukan 2,5cc reagen benedict kedlm tabung reaksi
Tambahkan urine 4 tetes
Panaskan dalam air mendidih 5 menit atau dengan api spiritus 2 menit, jaga jangan sampai mendidih
Angkat tabung dan baca hasilnya

Hasil:
Negatif : tetap biru atau kehijauan
Positif +: hijau kekuningan keruh
Positif ++: kuning keruh
Positif +++: Jingga atau lumpur keruh
Positif ++++: Merah bata keruh




Apakah sebuah proses mengeluarkan darah?
proses mengeluarkan darah adalah prosedur rawat jalan yang aman di mana jumlah yang telah ditetapkan darah (biasanya setengah liter atau 16 ons) akan dihapus, sementara pada saat yang sama jumlah yang telah ditetapkan cairan intravena diberikan (penggantian volume) dengan menggunakan normal saline (larutan lemah garam dan air).

Mengapa diperlukan proses mengeluarkan darah?
Sel darah merah (sel darah merah) mengambil oksigen dari paru-paru dan mengirimkannya ke tubuh. Dengan penyakit jantung bawaan cyanotic tidak cukup oksigen memasuki darah. Tubuh kemudian meningkatkan produksi sel darah merah dalam upaya untuk mengimbanginya. Kondisi ini disebut erythrocytosis. Karena jumlah sel darah merah meningkat, darah menjadi tebal dan dapat menyebabkan gejala kelelahan, pusing, sakit kepala, pingsan, penurunan kewaspadaan, kabur atau penglihatan ganda, nyeri otot, mati rasa dan kesemutan di jari, jari kaki, atau bibir, atau dering di telinga. Tujuan dari proses mengeluarkan darah ini adalah untuk meringankan gejala ini. Menariknya, setiap orang akan mengembangkan / gejala nya sendiri yang bisa berbeda dari orang lain. Dokter akan memantau bloodwork Anda melihat khusus pada hemoglobin dan hematokrit (nilai pada bloodwork Anda yang mewakili jumlah sel darah merah dalam darah).

Apa masalah lain yang ada saat mengalami sebuah proses mengeluarkan darah?
Sebelum melakukan suatu proses mengeluarkan darah, diskusi hati-hati harus dilakukan antara Anda dan dokter Anda untuk menyingkirkan penyebab lain dari gejala. Sebuah proses mengeluarkan darah tidak dianjurkan jika Anda kekurangan zat besi atau jika jumlah darah Anda terlalu tinggi karena Anda dehidrasi. Kedua kekhawatiran ini harus diperbaiki sebelum mempertimbangkan sebuah proses mengeluarkan darah. Sebuah proses mengeluarkan darah ini tidak dilakukan untuk mencegah peristiwa serebrovaskular (stroke). Bahkan, phlebotomies tidak sesuai dapat menyebabkan kekurangan zat besi, memperburuk gejala Anda dan benar-benar meningkatkan risiko stroke. Jika Anda tidak memiliki gejala seperti yang di atas yang mengganggu kegiatan sehari-hari Anda Anda tidak memerlukan proses mengeluarkan darah, bahkan jika hemoglobin dan hematokrit yang tinggi.

Bagaimana proses mengeluarkan darah dilakukan?
Sebuah proses mengeluarkan darah dilakukan sebagai rawat jalan di rumah sakit atau di kantor jantung Anda. Di bawah arahan, laboratorium jantung Anda atau staf perawat melakukan proses mengeluarkan darah tersebut. Sebuah jarum (IV) intravena dimasukkan kedalam suatu vena di tangan Anda atau lengan untuk memberikan cairan IV (larutan lemah garam dan air). Sebuah jarum kedua dimasukkan untuk menghapus darah. Jumlah darah yang dikeluarkan bervariasi dan ditentukan oleh ahli jantung Anda. proses mengeluarkan darah ini memakan waktu sekitar tiga puluh menit. Selama waktu ini perawat akan memeriksa denyut jantung dan tekanan darah. Setelah selesai, jarum akan dihapus dan Anda diamati sampai Anda dirasakan cukup baik untuk pergi.

Apakah ada efek samping?
Efek samping sangat jarang. Ada ketidaknyamanan kecil berhubungan dengan penyisipan jarum. Hal ini dapat menyebabkan beberapa orang merasa pingsan, mual, atau berkeringat. Setelah proses mengeluarkan darah, Anda mungkin mengalami pusing dan rasa lelah. Perasaan ini bisa bertahan satu atau dua hari. toko besi Anda mungkin menjadi habis jika phlebotomies periodik diperlukan. Kekurangan zat besi harus dihindari. Dokter akan memonitor kadar zat besi Anda dan mungkin resep suplemen zat besi. Jika Anda menderita efek samping dari suplemen zat besi oral, penggantian dengan besi yang diberikan melalui IV dapat dipertimbangkan.

Apakah ada persiapan apa yang diperlukan?
Tidak ada persiapan yang diperlukan untuk suatu proses mengeluarkan darah. Anda mungkin makan diet normal dan mengambil obat Anda. Namun, karena Anda mungkin merasa lelah atau agak pusing setelah proses mengeluarkan darah, Anda mungkin ingin anggota keluarga atau teman untuk menemani Anda di rumah.

Berapa lama harus manfaat dirasakan?
Waktu akan bervariasi dari satu orang ke orang lain, tetapi menghilangkan gejala harus mulai terjadi dalam beberapa hari mendapatkan hemoglobin Anda sesuai berkurang (ini mungkin memerlukan waktu lebih dari satu proses mengeluarkan darah jika hemoglobin anda sangat tinggi). Pengiriman oksigen ke jaringan Anda akan meningkat yang dapat mengakibatkan peningkatan kinerja latihan.

Seberapa sering merupakan proses mengeluarkan darah yang diperlukan?
Ini bervariasi dari orang ke orang. Itu semua tergantung pada saat kembali gejala Anda. Biasanya anda akan terganggu oleh gejala yang sama saat Anda hemoglobin dan hematokrit menjadi terlalu tinggi. Sebuah proses mengeluarkan darah dapat diulang secepat 48 jam setelah proses mengeluarkan darah sebelumnya Anda jika Anda tidak kekurangan zat besi atau dehidrasi. Dokter akan memantau hemoglobin dan hematokrit melalui sampel darah rutin, namun indikator terbaik kebutuhan Anda untuk proses mengeluarkan darah adalah kembalinya gejala Anda.

Apa yang dapat Anda lakukan?
Anda dapat membantu diri Anda sendiri dengan makan diet seimbang.
Jika disarankan mengkonsumsi suplemen zat besi untuk mencegah kekurangan zat besi.
Telah dilakukan bloodwork Anda sebagaimana diminta oleh dokter Anda.
Hindari dehidrasi karena hal ini dapat menyebabkan perubahan dalam bloodwork Anda.
Berhati-hatilah untuk minum cairan untuk menggantikan cairan yang hilang dari panas yang berlebihan, sakit, demam, diare, atau muntah.
Jika Anda mulai mengembangkan gejala erythrocytosis, diskusikan dengan dokter Anda atau perawat.

albumin

Jika Anda baru saja mendapat tes urine dilakukan dan hasilnya menunjukkan tingkat tinggi albumin, Anda menderita dari kondisi patologis yang disebut albuminuria. Ini adalah jenis proteinuria. Protein seperti albumin dan membantu immunoglobulin dalam koagulasi, menjaga keseimbangan cairan tubuh dan juga melawan infeksi. Protein ini dibutuhkan untuk melakukan beberapa fungsi penting. Ginjal membuang limbah dari darah kaya protein melalui jutaan layar penyaringan kecil yang disebut glomerulus. Seperti protein yang besar dalam ukuran, mereka tidak harus bisa lolos ke urin melalui glomeruli. Fakta bahwa ini adalah ditemukan dalam air seni menunjukkan bahwa orang tersebut menderita disfungsi ginjal. Baca lebih lanjut tentang kadar protein dalam urin .

Albumin dalam Urin: Penyebab

Idealnya albumin tidak harus hadir dalam urin, tetapi bila ginjal tidak bekerja dengan baik, beberapa jumlah protein ini bisa lulus melalui glomeruli dan karena itu, dapat ditemukan dalam urin. Dengan demikian, tingkat albumin dalam urin dapat digunakan untuk mendiagnosa kondisi ginjal. Tinggi tingkat albumin mengungkapkan bahwa saat ini glomeruli di ginjal kita rusak. Menentukan jumlah albumin dalam air seni, oleh karena itu, membantu dalam menunjukkan apakah seseorang menderita penyakit ginjal atau tidak. Orang-orang yang menderita dari penyakit ginjal perlu mendapatkan tingkat albumin dalam air seni dipantau untuk menilai kondisi ginjal mereka. Tes yang dilakukan untuk menentukan tingkat albumin dalam air seni disebut sebagai tes microalbumin.

Secara keseluruhan, kisaran normal albumin urin adalah sekitar 0 - 8 mg / dl. Jadi, jika tes sampel urin menampilkan pembacaan 2 mg / dl, berarti 1 liter urin mengandung 0,02 gram albumin. Ketika membaca lebih tinggi daripada tingkat albumin normal , ini menunjukkan bahwa ginjal tidak bekerja dengan benar. Baca lebih lanjut tentang protein dalam menyebabkan urin .

Albumin dalam Urin: Gejala

Albuminuria umumnya disebabkan saat ginjal rusak akibat diabetes. Umumnya orang yang menderita diabetes tipe 1 berada pada peningkatan risiko mengembangkan albuminuria. Kondisi lain seperti tekanan darah tinggi, sirosis, gagal jantung atau lupus eritematosus sistemik juga dapat memiliki efek buruk pada ginjal dan menyebabkan albuminuria. Ini akan sulit untuk mendeteksi gejala albuminuria pada tahap awal, tetapi jika dibiarkan tidak terdeteksi, sejumlah besar albumin dapat bocor ke dalam urin dan pasien mungkin mengalami gejala seperti air kencing berbusa, pembengkakan tangan, kaki, perut dan wajah.

Dalam kasus wanita hamil, tingkat albumin dalam urin selama kehamilan harus dipantau. Hal ini diyakini bahwa wanita dengan kadar albumin yang tinggi dalam urin cenderung memiliki pengiriman prematur. Tingginya kadar albumin dalam urin secara umum menunjukkan masalah pembuluh darah yang mungkin mempengaruhi pertumbuhan janin dengan cara yang merugikan dan memicu kelahiran prematur. Baca lebih lanjut tentang protein dalam gejala urin .

Albumin dalam Urin: Pengobatan

Hal ini sangat penting bahwa tingkat albumin dalam urin dimonitor dengan bantuan tes sering. Sebuah tes dipstick rutin dilakukan untuk melihat apakah molekul protein yang besar dipertahankan dalam darah dan hanya kotoran yang lebih kecil disaring oleh ginjal. Kadang-kadang protein dapat muncul dalam urin karena kadar protein yang tinggi dalam darah, oleh karena itu, penting untuk memeriksa tingkat protein dalam darah juga.

Jika ginjal rusak, albumin urine akan tinggi bahkan jika tingkat darah normal. Sejauh pengobatan albuminuria yang bersangkutan, penyebab yang mendasari harus dirawat. Jika seseorang menderita diabetes dan hipertensi, sangat penting bahwa kadar glukosa dikendalikan. Mereka yang menderita diabetes dan tekanan darah tinggi mungkin perlu angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitor atau angiotensin receptor blocker (ARB) untuk melindungi fungsi ginjal. Dokter mungkin juga meresepkan diuretik tertentu untuk menyingkirkan kelebihan cairan dari tubuh.

Selengkapnya di:
Terlalu Banyak Protein dalam Urin
Tinggi Protein dalam Urin
Harap Anda menemukan informasi pada tingkat albumin dalam urin berguna. Jika Anda telah mengalami gejala-gejala tersebut, Anda harus membuat diri Anda secara medis diperiksa albuminuria. Diagnosis awal, semakin baik kemungkinan pemulihan. Uji microalbumin adalah metode yang bagus untuk mengetahui kondisi ginjal Anda. Berdasarkan hasil tes ini, Anda bisa melanjutkan dengan pengobatan dan simpan ginjal Anda dari semakin rusak.



Albumin - serum
Albumin adalah protein yang dibuat oleh hati. Sebuah tes albumin serum mengukur jumlah protein ini di bagian cairan bening dari darah.

Bagaimana Menguji Dilaksanakan
Sebuah sampel darah diperlukan. Untuk informasi tentang bagaimana hal ini dilakukan, lihat: venipuncture . Sampel darah ditempatkan dalam mesin yang disebut sentrifus, yang berputar dan memisahkan sel-sel dari bagian cair dari darah (serum).

Bagaimana Mempersiapkan Menguji
Penyedia perawatan kesehatan akan memberitahu Anda jika Anda harus berhenti mengambil obat yang dapat mempengaruhi pengujian. Obat yang dapat meningkatkan pengukuran albumin termasuk anabolik steroid, androgen, hormon pertumbuhan , dan insulin.

Mengapa Menguji Dilaksanakan
Tes ini dapat membantu menentukan apakah pasien memiliki penyakit hati atau penyakit ginjal , atau jika tubuh tidak menyerap cukup protein .

Albumin membantu banyak molekul kecil bergerak melalui darah, termasuk bilirubin , kalsium, progesteron, dan obat-obatan. Hal ini memainkan peran penting dalam menjaga cairan dari darah bocor keluar ke jaringan.

Karena albumin dibuat oleh hati, penurunan albumin serum mungkin merupakan tanda penyakit hati. Hal ini juga dapat hasil dari penyakit ginjal, yang memungkinkan albumin untuk melarikan diri ke dalam urin. Penurunan albumin juga dapat dijelaskan oleh malnutrisi atau diet protein rendah.

Normal Hasil
Normal berkisar 3,4-5,4 gram per desiliter (g / dL).

Catatan: rentang nilai normal mungkin sedikit berbeda antara laboratorium yang berbeda. Bicaralah dengan dokter Anda tentang arti hasil spesifik Anda uji.

Apa Hasil Mean Abnormal
Tingkat lebih rendah dari normal albumin dapat menunjukkan:

Asites
Burns (luas)
Glomerulonefritis
Penyakit hati (misalnya, hepatitis , sirosis , atau hepatoseluler nekrosis )
Malabsorpsi sindrom (misalnya, penyakit Crohn's , sariawan , atau Penyakit Whipple )
Malnutrisi
Nefrotik sindrom
Tambahan kondisi di mana pengujian dapat dilakukan:

Diabetes nefropati / sclerosis
Hepatik ensefalopati
Hepatorenal sindrom
Bermembran nefropati
Tropis sariawan
Penyakit Wilson
Risiko
Ada resiko yang sangat sedikit yang terlibat dengan mengeluarkan darah Anda diambil. Vena dan arteri bervariasi dalam ukuran dari satu pasien ke yang lain dan dari satu sisi tubuh yang lain. Mengambil darah dari beberapa orang mungkin lebih sulit daripada dari orang lain.

Risiko lain yang terkait dengan memiliki darah yang diambil adalah sedikit tetapi mungkin termasuk:

Perdarahan yang berlebihan
Pingsan atau perasaan pusing
Hematoma (darah terakumulasi di bawah kulit)
Infeksi (risiko sedikit setiap saat kulit rusak)
Pertimbangan
Jika Anda menerima jumlah besar infus cairan, hasil tes ini mungkin tidak akurat.

Albumin akan berkurang selama kehamilan.

Referensi
Berk PD, KM Korenblat. Pendekatan kepada pasien dengan hasil tes penyakit kuning atau abnormal hati. In: Goldman L, Ausiello D, eds Kedokteran Cecil.. 23 ed. Philadelphia, Pa: Saunders Elsevier; 2007: chap 150.

Update Tanggal: 2/23/2009
Diperbarui oleh: David C. Dugdale, III, MD, Profesor Kedokteran, Divisi Kedokteran Umum, Departemen Kedokteran, Universitas Washington School of Medicine. Juga ditinjau oleh David Zieve, MD, MHA, Direktur Medis, ADAM, Inc




Definisi .- Keberadaan albumin dalam urin.

Etiologi .- Para albuminuria syarat dan Penyakit Bright digunakan sinonim untuk beberapa tahun, dan untuk mendeteksi albumin dalam urin adalah bukti yang cukup untuk diagnosis nefritis.

Sekarang diakui, bagaimanapun, bahwa ada beberapa kondisi selain nefritis menimbulkan albuminuria, beberapa yang tidak bersalah, asalkan mereka tidak persisten.

Keberadaan albumin dalam urin, kemungkinan besar, menunjukkan beberapa perubahan, namun sedikit dan sementara, dalam epitel glomeruli atau kapiler dari seberkas, yang memungkinkan melarikan diri dari konstituen normal, serum albumin dan globulin serum , dari kapal ke dalam tubulus ginjal.

Kepala sekolah menyebabkan menimbulkan albuminuria adalah kemacetan akut dan kronis ginjal, nefritis akut dan kronis, berbagai degenerasi ginjal, toksin dari demam berdarah, difteri, demam tipus, campak, influenza, dan penyakit menular banyak, darah tertentu perubahan yang terjadi sebagai akibat keracunan arsenik dan keracunan dari mineral lain, dan penyakit tertentu, seperti penyakit kudis, leukemia, sifilis, dan lain-lain karakter seperti. Kehamilan dan lesi tertentu dari sistem saraf, seperti serangan epilepsi, pitam, dll, mungkin juga dihadiri oleh albuminuria. Kita mungkin albuminuria membagi, untuk kenyamanan, menjadi fungsional dan struktural, menghilangkan dari kasus-kasus terakhir bukan disebabkan oleh nefritis.

Paroksismal atau siklik Albuminuria .- Varietas ini ditandai dengan kenaikan reguler dan jatuh dalam kuantitas albumin selama dua puluh empat jam. Biasanya jumlahnya kecil, dengan tetapi hanya sedikit jika ada gips.

albumin ini muncul tak lama setelah naik di pagi hari, berangsur-angsur meningkat pada siang hari, tumbuh kurang pada berbaring, dan menghilang pada malam hari, untuk muncul kembali keesokan paginya.

Kuantitas yang bervariasi sesuai dengan pengerahan tenaga mental atau fisik pasien, dan karakter dan kualitas makanan yang diambil.

Hal ini terjadi terutama pada laki-laki muda yang umum kesehatan telah menjadi terganggu. Pasien-pasien ini umumnya enemic, kehilangan daging dan kekuatan, menderita dengan kelesuan sakit kepala dan umum, gangguan lambung dan usus, dan cenderung menjadi histeris. Dimana kondisi ini telah ada selama beberapa waktu, seringkali cukup sulit untuk mendiagnosa fungsional dari bentuk struktural.

Diet Albuminuria adalah bahwa bentuk dimana albumin muncul dalam urin setelah menelan anggaran makanan tertentu, terutama telur, keju, dan kue kering, atau hidangan lengkap, terutama di mana pencernaan rusak atau di mana tenaga parah terjadi segera setelah makan. Jumlah yang biasanya kecil, dengan tetapi sedikit dan hanya sementara gips.

Neurotik Albuminuria adalah bentuk yang berikut periode kegembiraan emosional yang hebat, histeria, dan saring mental yang berat. serangan epilepsi, pitam, tetanus, dan cedera kepala, juga menimbulkan itu.

Albuminuria Setelah Pengusahaan .- Hal ini disebabkan kemacetan pada ginjal, dan muncul setelah atau lama tenaga parah. Hal ini sering ditemukan dalam air seni atlet setelah kontes berjalan, dayung, atau dari berbagai kontes di mana kekuatan lama diperlukan. Jumlah yang biasanya kecil, dan menghilang setelah beberapa jam istirahat, untuk kembali lagi ketika kondisi yang sama lagi muncul.

Perubahan darah, seperti yang terlihat di sifilis, timbal, merkuri, dan keracunan arsenik, anemia berat dan eclampsia nifas, bila tidak karena nefritis, menimbulkan albuminuria.

Demam Albuminuria .- Penyakit demam dan berbagai peradangan dapat menimbulkan albuminuria sedikit. Keberadaan albumin dalam urin adalah karena beberapa perubahan di epitel glomeruli, disebabkan oleh racun demam, dan walaupun ada mendung pembengkakan, tidak ada perubahan struktural.

Ini mungkin menyertai difteri, demam tifoid dengan demam letusan, tonsilitis, dan penyakit seperti.

Meskipun berbagai bentuk albuminuria tidak dianggap serius, namun jika terus-menerus, mereka harus dianggap tidak baik, karena mereka biasanya menyebabkan perubahan struktural.

.- Diagnosis Diagnosis albuminuria dibuat dengan menemukan albumin dalam urin, dengan salah satu dari beberapa tes yang dijelaskan. Diagnosis diferensial, bagaimanapun, akan memerlukan studi lebih berhati-hati. Dalam albuminuria ginjal atau struktural, jumlahnya terus-menerus, biasanya besar, dan berisi yang lebih besar persen dari tabung-gips. Ada juga gejala sakit gembur-gembur, kekacauan jantung, dan anemia lebih atau kurang.

Dalam albuminuria fungsional, kuantitas kecil, dengan tetapi sedikit gips, dan tidak konstan.

Pengujian Albumin .- The urin yang akan diuji harus bebas dari konstituen morfologis, dan karena itu harus selalu disaring. Harus diperhatikan bahwa itu bebas dari discharge leucorrheal dan menstruasi. Dua sampel harus diambil, satu sebelum sarapan dan setelah istirahat malam, yang lain pada akhir hari.

1. Perebusan Test .- Ini adalah umum, mudah, dan dapat diandalkan tes yang paling untuk albumin. Isilah tabung sekitar sepertiga penuh urin: jika netral atau alkali, tambahkan satu atau dua tetes asam asetat atau nitrat. Pegang tabung miring, bahwa panas bisa menyerang bagian atas urin, dan membawa ke titik didih. Jika albumin atau fosfat hadir, bagian atas menjadi keruh, yang jelas ditunjukkan terhadap urin jelas di dasar tabung. Kemudian tambahkan beberapa tetes asam nitrat, yang akan menebal kekeruhan jika albumin hadir, dan jelas jika itu tidak ada.

2. -Asam Heller Nitric Test .- ini memerlukan lebih sedikit perawatan dalam ujian, dan tidak lebih handal. Ini adalah sebagai berikut: memasukkan sedikit asam nitrat ke dalam tabung-uji, dan kemudian dengan hati-hati menuangkan urine sedikit di sisi tabung, seperti terjadi kontak dengan asam, cincin putih terbentuk pada titik kontak. Asam urat, urates, dan hal-hal pewarnaan tertentu, membentuk suatu zona merah muda atau merah, yang tepat di atas persimpangan dua cairan. Hemialbumose akan memberikan zona putih yang sama, tetapi tidak merespon tes mendidih seperti halnya serum albumin.

3. -Asam Johnson Picric Test .- Tempatkan urin sedikit dalam tabung-test, dan hati-hati menempatkan beberapa tetes larutan berair jenuh asam picric pada bagian atas urin, jika albumin hadir, sebuah kekeruhan atau zona putih segera bentuk pada titik persimpangan. Pemanasan memperkuat bukti sudah nyata.

4. Ferrocyanid-of-Kalium dan Acetic Acid-Test .- Isilah tabung sepertiga penuh urin, dan menambahkan kalium tetes-ferrocyanid beberapa solusi. Setelah benar-benar mencampur urine dan reagen, tambahkan sepuluh lima belas tetes asam asetat. Jika albumin hadir, kejernihan lebih atau kurang menonjol terjadi, tergantung pada jumlah yang hadir albumin. Karena ini endapan segala bentuk albumin, asam baik atau alkali, dan tidak endapan peptones rnucin, fosfat, urates, alkaloid sayur, atau asam pinus, itu menjadi tes yang sangat handal.

5. Magnesium nitrat Uji .- Untuk lima volume larutan jenuh magnesium sulfat menambahkan satu volume asam nitrat yang kuat. Isilah tabung sepertiga penuh dari solusi ini, dan dengan pipet yang memungkinkan urin mengalir di sisi tabung, pada titik kontak berawan akan membentuk cincin.

6. Uji kuantitatif .- Untuk menentukan proporsi albumin per seribu,'s albuminometer Esbach akan digunakan. tabung ini dikenakan dua tanda: satu, U, menunjukkan titik ke mana urin harus ditambahkan, dan satu, R, titik yang reagen ditambahkan. Bagian bawah tabung sampai U dikenakan membaca skala 1-7. Tabung ini diisi sampai-U dengan air kencing albuminous disaring, dan reagen ditambahkan sampai titik R tercapai. Tabung ini kemudian ditutup dengan stopper, terbalik dua belas kali, dan sisihkan selama dua puluh empat jam. Pada akhir masa waktu ini albumin serum, globulin serum, dan albuminose, serta asam urat dan kreatinin, akan memiliki tenang, ketika jumlah per mille, dalam gram, dapat langsung membacakan dari skala. Solusi yang digunakan adalah terdiri dari sepuluh gram asam picric dan dua puluh gram asam sitrat dilarutkan dalam 1.000 cc air suling. (Simon.)

Prognosis .- Hal ini tergantung sepenuhnya pada penyebab dan lamanya waktu yang telah ditemukan albumin dalam urin. Albuminuria karena perubahan demam dan hemic hampir selalu sementara, dan menghilang dengan penurunan demam.

Jika pasien menjadi orang muda, dan tidak ada meningkatkan ketegangan arteri, albumin bisa menghilang secara spontan setelah waktu beberapa bulan. Terjadi dalam beberapa tahun terakhir empat puluh pasien usia, dengan ketegangan arteri meningkat, itu akan menunjukkan lesi ginjal lebih serius.

Dalam albuminuria siklik dan diet prognosis umumnya menguntungkan. Dalam semua kasus albuminuria gigih, bagaimanapun, ada dalam semua perubahan probabilitas glomerulus yang cenderung menyebabkan perubahan struktural. Jika ginjal terkena dampak, dan ada peningkatan ketegangan arteri, dan tabung-gips hadir, prognosis harus dijaga, dan jika pasien menjadi pemohon untuk asuransi, permohonannya harus ditolak.

Pengobatan .- Pengobatan ini sebagian besar diet dan higienis. Pasien harus makan sedikit daging dan telur, makanan pokok terdiri dari sayuran, buah-buahan dan susu. Latihan di udara terbuka, pendek kelelahan, harus diambil, dan tidak ada pekerjaan berat, baik mental atau fisik, diperbolehkan. Drop dosis larutan asam Howe's dari besi, ketika asam adalah ditunjukkan oleh lidah merah, akan memberikan hasil yang baik.



Albuminuria adalah temuan laboratorium yang menunjukkan adanya albumin dalam air seni dan biasanya menandakan masalah dengan fungsi ginjal. Albumin adalah protein yang besar ditemukan dalam darah (serum albumin) yang menyumbang sekitar 60% dari total protein. Hormon, obat-obatan, dan zat lainnya dapat dilakukan sepanjang aliran darah dengan melampirkan (mengikat) untuk albumin. Ginjal, secara umum, tetap albumin dan protein lain dari merembes dari darah ke dalam urin. Ketika protein merembes ke dalam urin (proteinuria), albumin menyumbang sekitar sepertiga dari total protein.

Albuminuria mungkin terjadi pada normal, individu yang sehat berdiri dan bergerak tentang (proteinuria postural), setelah latihan berat, selama stres emosional yang berat, dan setelah terpapar suhu yang sangat dingin seperti mandi dingin. Hal ini juga dapat terjadi dengan tinggi demam dan dehidrasi .

Kehadiran terus-menerus dalam jumlah besar albumin berhubungan dengan penyakit ginjal. Hal ini juga terkait dengan komplikasi penyakit lain seperti gagal jantung , diabetes mellitus , tekanan darah tinggi ( hipertensi ), lupus (lupus eritematosus sistemik), penyakit sel sabit, infeksi, pre-eclampsia, HIV , dan rheumatoid arthritis .
Risiko: Wanita mungkin memiliki jumlah jejak albumin di urin sebelum menstruasi. Albuminuria juga dapat terjadi segera setelah persalinan . Mayoritas penyakit glomerulus primer yang berhubungan dengan albuminuria lebih umum pada laki-laki dari pada wanita, yang menghasilkan albuminuria persisten yang kira-kira dua kali lebih umum pada laki-laki seperti pada perempuan. Albuminuria yang berlangsung pada tes ulang lebih sering terjadi dengan meningkatnya usia, sebagian karena penyakit menyebabkan albuminuria terjadi lebih sering dengan penuaan.

Penyakit menyebabkan albuminuria terjadi lebih sering pada kulit hitam, penduduk asli Amerika, dan Hispanik (McLaughlin).

Menurut sebuah studi tahun 2003, sebagai peningkatan konsentrasi albumin, ada peningkatan paralel dalam risiko morbiditas kardiovaskular dan kematian pada pasien rawat jalan dengan tahap II atau III hipertensi dan hipertrofi ventrikel kiri . Para peneliti tidak dapat menentukan titik di mana risiko meningkat mulai (McLaughlin).

Insiden dan Prevalensi: Di AS, sekitar 4% dari pria dan 7% wanita akan memiliki tes positif tunggal untuk albumin dalam urin mereka, yang umumnya akibat proteinuria sementara (McLaughlin). Barat India dan beberapa populasi Asia juga akan memiliki insiden yang lebih tinggi dari diabetes , dan karena itu albuminuria.

Sumber: Penasihat Kecacatan Medis



Diagnosa

Sejarah: Pada umumnya, individu dengan albumin dalam air seni tidak memiliki gejala. Seringkali, albuminuria ditemukan ketika tes urin (urinalisis) dilakukan sebagai bagian dari pemeriksaan fisik rutin. Beberapa individu memiliki riwayat atau gejala kondisi medis lain yang meningkatkan risiko untuk albumin dalam urin. Gejala-gejala ini mungkin termasuk pembengkakan (edema) dari kaki, mata, atau alat kelamin; berawan, merah, atau berbusa urin, ketidaknyamanan sendi , demam, keringat malam, atau penurunan berat badan.

Ujian Fisik: Pemeriksaan fisik biasanya normal, walaupun mungkin ada bukti penyakit yang berhubungan dengan temuan penyakit jantung, tekanan darah tinggi, bengkak, ruam , organ diperbesar atau kelenjar getah bening, atau kelainan bentuk sendi.

Pengujian: Albumin dalam urin ditentukan baik melalui urine rutin acak atau satu jam tes urine-24. Sebuah urine rutin acak dapat dilakukan pada sampel urin setiap saat. Tiga komponen utama dari urine rutin penilaian visual penampilan urin, uji dengan strip khusus kertas (dipstick) dicelupkan ke dalam sampel urin untuk menentukan keberadaan dan jumlah komponen kunci urin, dan pemeriksaan mikroskopis urin . Albumin diidentifikasi dengan dipstick tersebut (albumin adalah protein hanya yang dapat diidentifikasi dengan dipstick a). Jika ada lebih dari jejak jumlah albumin, atau jika hadir pada pengujian berulang, tes urin 24 jam dapat dilakukan, yang melibatkan mengumpulkan semua urin yang dihasilkan selama jangka waktu 24 jam. Jenis uji memungkinkan pengukuran berbagai komponen urin, termasuk jumlah albumin. Sebuah ultrasound atau biopsi pada ginjal dapat dilakukan untuk mengidentifikasi masalah pada ginjal.

Pemeriksaan lainnya mungkin dilakukan untuk mengidentifikasi kondisi mungkin yang menyebabkan albumin dalam urin, seperti diabetes (glukosa toleransi test, jam postprandial glukosa uji-2, kadar glukosa darah acak), penyakit ginjal (kreatinin, nitrogen urea darah, rontgen IVP disebut saluran kemih, biopsi ginjal), atau penyakit medis lainnya seperti tekanan darah tinggi dan gagal jantung.

hemoglobin

1. Prinsip
Hemoglobin darah diubah menjadi asam hematin dengan pertolongan larutan HCL, lalu kadar dari asam hematin ini diukur dengan membandingkan warna yang terjadi dengan warna standard memakaimata biasa.
2. Tujuan
Menetapkan kadar hemoglobin dalam darah

3. Alat dan bahan yang dipergunakan
a. Hemoglobinometer (hemometer), Sahli terdiri dari :
1) Gelas berwarna sebagai warna standard
2) Tabung hemometer dengan pembagian skala putih 2 sampai dengan 22. Skla merah untuk hematokrit.
3) Pengaduk dari gelas
4) Pipet Sahli yang merupakan kapiler dan mempunyai volume 20/ul
5) Pipet pasteur.
6) Kertas saring/tissue/kain kassa kering
b. Reagen
1) Larutan HCL 0,1 N
2) Aquades
4. Cara Pemeriksaan
a. Tabung hemometer diisi dengan larutan HCL 0,1 N sampai tanda 2
b. Hisaplah darah kapiler/vena dengan pipet Sahli sampai tepat pada tanda 20 ul.
c. Hapuslah kelebihan darah yang melekat pada ujung luar pipet dengan kertas tissue secara hati-hati jangan sampai darah dari dalam pipet berkurang.
d. Masukkan darah sebanyak 20 ul inike dalam tabung yang berisi larutanHCL tadi tanpa menimbulkan gelembung udara.
e. Bilas pipet sebelum diangkat dengan jalan menghisap dan mengeluarkan HCL dari dalam pipet secra berulang-ulang 3 kali
f. Tunggu 5 menit untk pembentukan asam hematin
g. Asam hematin yang terjadi diencerkan dengan aquades setetes demi setetes sambil diaduk dengan pengaduk dari gelas sampai didapat warna yang sama dengan warna standard.
h. Miniskus dari larutandibaca. Miniskus dalam hal ini adalah permukaan terendah dari larutan.
5. Pelaporan
Dinyatakan dalam gr/dl
Hanya dilaporkan dalam angka bulat, atau naik setengah, Misal 11, 11 ½, 12, 12 ½, dan sebagainya.
6. Catatan
a. Nilai normal
Laki-laki : 14 – 18 gram/dl
Wanita : 12 – 16 gram/dl
b. Kesalahan yang sering terjadi
1. Alat/regen kurang sempurna, yaitu :
a. Volume pipet Hb tidak selalu tepat 20 ul
b. Warna standard sering sudah pucat.
c. Kadar larutan HCL sering tidak dikontrol.
2. Orang yang melakukan pemeriksaan :
a. Pengambilan darah kurang baik.
b. Penglihatan pemeriksa tidak normal atau sudah lelah.
c. Intensitas sinar/penerangan kurang.
d. Pada waktu waktu membaca hsil dipermukaan terdapat gelembung udara.
e. Pipet tidak dibilas dengan HCL.
f. Pengenceran tidak baik.


Sumber :
Petunjuk Pemeriksaan Laboratorium Puskesmas, Jakarta, Departemen Kesehatan RI, 1991

PEMERIKSAAN HAEMOGLOBIN (Hb)
Menurut Soenarto (1980) dengan pemeriksaan Hb ini kita akan mendapatkan gambaran dari penderita apakah normal atau abnormal . Nilai atau batas terendah manakah dari Hb yang dianggap normal ? Untuk itu perlu kita menggunakan kriteria yang seragam ialah dari WHO (1972). Ini telah dipakai dan dianjurkan oleh ahli-ahli kita.
Kriteria persangkaan Anemi pada : bila Hb dibawah :
Pria dewasa 13 g %
Wanita tak hamil 12 g %
Wanita hamil 11 g %
Anak :
6 bl — 6 th 11 g %
6 th — 14 th 12 g %
Pengukuran Hb yang disarankan oleh WHO ialah dengan cara cyanmet, namun cara oxyhaemoglobin dapat pula dipakai asal distandarisir terhadap cara cyanmet.
Sampai saat ini baik di PUSKESMAS maupun dibeberapa Rumah sakit di negara kita masih menggunakan alat Sahli.

Sumber :
Mengenal Penyakit Darah dari Pemeriksaan Hemoglobin dan Hapusan Darah Tepi
dr. Soenarto Bagian Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro/RS dr. Kariadi
Semarang Cermin Dunia Kedokteran No.18, 1980



PEMERIKSAAN HEMOGLOBIN ( Hb )

Dasar Teori

Hemoglobin merupakan protein sel darah merah ( SDM ) yang funsinya antara lain :

1. Mengangkut oksigen dari paru-paru ke jaringan dan CO2 dan jaringan ke paru-paru

2. Memberi warna merah pada darah

3. Mempertahan kan keseimbangan asam basa dalam tubuh


Hemoglobin mengandung protein globin yang berkaitan dengan hem ( senyawa besi protein ), mempunyai berat molekul 64450 dalton. Di dalam darah mengandung Hb antara 7,8 – 12,2 mM/l atau 12,6 – 18,4 gr/dl, tergantung pada jenis kelamin dan umur individu.

Pada setiap tetramer Hb mampu mengikat 4 atom oksigen yang terikat pada atom ferro ( Fe 2+ ) dalam hem. Hemoglobin yang berikatan dengan oksigen disebut oksihemoglobin ( HbO2 ) sedang yang telah melepaskan oksigen disebut deoksihemoglobin ( HbCO ) jika Hb mengikat gas CO hasil pembakaran yang tidak sempurna. Ikatan Hb dengan CO, 200 kali lebih kuat disbanding ikatan Hb dengan oksigen. Dalam keadaan tertentu, Hb juga dapat berikatan sehingga besi teroksidasi ( Fe3+ ) membentuk methemoglobin ( Met Hb atau Hb ( Fe3+ ). Hb dalam bentuk MetHb akan menyebabkan kemampuan mengikat oksigennya menjadi hilang. Beberapa derivate hemoglobin satu sama lain dapat dibedakan dengan cara pengenceran. HbO2 pada pengenceran terlihat berwarna merah kekuningan, HbCO berwarna merah terang ( carmine tint ) sedang deoksihemoglobin ( Hb ) berwarna kecoklatan.


Metode

Hemoglobin Sianida ( Sianomethemoglobin )


Prinsip

Hemoglobin dengan larutan K2Fe ( CN )6 berubah menjadi methemoglobin kemudian menjadi hemoglobin sianida ( HiCN ) oleh KCN dengan absorbansi maksimum pada 540 nm. Pengaturan pH dilakukan dengan menambah KH2FO4, untuk mempercepat lisis eritrosit dan mengurangi kekeruhan HiCN ditambah non ionic detergent. Absorbansi warna berbanding lurus dengan konsentrasi Hb.


Persiapan Reagen

Larutan isi satu botol reagen dengan 500 nm akuabides, simpan dalam botol warna gelap. Reagen stabil bila disimpan dalam gelap pada suhu 15 – 25 oC selama 4 bulan.


Bahan dan Alat

Bahan : darah kapilerm darah vena-EDTA, akuabides dan reagen sianmethemoglobin

Alat : Erlenmeyer, tabung reaksi, spektrofotometer.


Cara Kerja

1. Disiapkan 3 tabung reaksi seukuran 5 ml, masing-masing diberi label reagen blanko ( RB ), Reagen standarr ( RTD ) dan Reagen Sampel ( RPL )

2. Tabubg RB diberi 5000 µl ( 5 cc ) Reagen Hb Cyanida

3. Tabung RTD diberi 20 µl sample darah standard an ditambah dengan 5000µl Reagen Hb Cyanida dicampur hingga homogen

4. Tabung RPL diberi 20 µl sample darah dan ditambah dengan 5000 µl Reagen Hn Cyanida didiamkan selama 3 menit pada suhu kamar

5. Diukur absorbansi RTD dan abs ( RPL ) terhadap reagen blanko pada panjang gelombang 578 nm


Perhitungan

Hb = Abs RPL X 15 G/DL

Abs RTD

Nilai normal :

Wanita : 12-16 g/dl

Pria : 14-18 g/dl

Bayi : 10-15 g/dl

Balita : 11-14 g/dl

Anak-anak : 12-16 g/dl

Bayi baru lahir : 16-25 g/dl

Bayi belum lahir : masih mengandung Hb fetal dari plasenta